Kamis, 03 Februari 2011

Ketika Temanmu adalah Malaikat


- Judul buku : Hush, Hush
- Penulis : Becca Fitzpatrick
- Penerbit : Ufuk Press
-Cetakan : Pertama, Desember 2009
-Tebal Buku : 489 hlm



Apa jadinya bila di antara bila kita mempunyai teman yang tertutup, misterius dan sepertinya layak mempunyai beragam rahasia dibaliknya. Boleh jadi kita akan mempunyai dua sikap untuk mengatasi ‘ketidaknormalannya’. Pertama, dengan bersikap acuh, menghindarinya dan antipati terhadapnya.. Kedua, bersikap layaknya seorang detektif, memata-matai mencari tahu siapa dia. Entah dimana alamat lengkapnya, bagaimana latar belakangnya dan asal-usul keluarganya.
Itulah yang tersaji pada bagian awal dari novel Hush, Hush. Novel besutan Becca Fitzpatrick ini menyuguhkan sesuatu hal yang berbeda dari novel-novel lain yang merajai pasaran Indonesia saat ini. Bercerita dengan menghadirkan sosok wanita cantik, cerdas bernama Nora Grey pada fase kehidupan sekolah tingkat atas dengan menampilkan teman bahkan sahabat kesayangannya, Vee. Teman akrab dan kompak bahkan untuk sampai hal-hal yang terkecil seperti duduk berdampingan di bangku sekolah..
Tapi ‘kemesraan’ keduanya terusik ketika kedatangan lelaki dengan perawakan tinggi dan bermata hitam. Bicaranya sering menjengkelkan dan penuh misteri yang mengelilinginya. Semakin menarik ketika Nora harus duduk berdampingan dengan Patch, namanya. Karena memang itulah instruksi dari guru biologinya untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Situasi tak nyaman mulai merasuki diri Nora. Dengan kepribadian Patch yang seperti itu, membuatnya menjadi seperti detekif untuk menyelidiki siapa Patch sebenarnya.
Semenjak berkenalan dengan Patch, Nora merasa ada sesuatu yang terus membuntutinya. Ia curiga bahwa Patch lah yang melakukan pekerjaan kurang etis tersebut. Apalagi Patch tahu segalanya tentang diri Nora, Entah musik favoritnya sampai warna rabutnya yang asli.
Patch juga agak menjengkelkan ketika ditanya oleh Nora tentang apa impian terbesarnya, mencium Nora adalah jawabnya.
Cerita menjadi kian menarik ketika Elliot datang. Elliot merupakan eks siswa CHS yang notabene merupakan sekolah Nora dan Patch . Namun, Elliot kembali lagi bersekolah di CHS dengan alasan beasiswanya dicabut.
Suatu hari, Nora dengan tidak sengaja membaca pada situs berita bahwa Elliot terlibat pembunuhan walaupun akhirnya ia bebas dari dakwaan tersebut. Berita tersebut dicetak oleh Nora. Semenjak itu, Nora kembali merasa dibuntuti oleh seeorang. Apakah Elliot atau Patch yang membuntutinya?
Nora dalam kebimbangan. Siapakah sebenarnya Patch dan Elliot. Bagaimana dengan Julesyang merupakan teman dari Elliot dan juga Nora dan Vee. Tampaknya ada sesuatu pertempuran diantara Elliot dan Patch bahkan Jules juga terlibat membantu.Elliot.
Dan Nora menyadari bahwa Patch bukanlah manusia. Dia selalu berada di mana saja menemani dan bertugas menjaga Nora dari gangguan temannya Jules dan Elliot, Namun sebailknya, Jules adalah sosok yang jahat dan ingin sekali menghabisi Nora.
Tapi, bukankah kebenaran selalu mengalahkan kejahatan? Dan impian terbesar Patch menjadi kenyataan; mencium Nora.
Setidaknya ada dua kelebihan dalam novel ini, pertama keberhasilan Becca dalam meramu cerita ini menjadi sesuatu yang menyeramkan dan menegangkan. Kedua, kepandaian dalam memberikan sentuhan akhir cerita. Tidak mudah ditebak sehingga pembaca ‘dipaksa’ menyelesaikannya sampai akhir bab. Tapi sayang, ada beberapa penggalan paragraf yang menyajikan adegan vulgar dan tabu untuk diungkap pada kultur masyarakat negeri ini.
Terlepas dari itu semua, novel Hush, Hush menyajikan certa yang unik dan langka yang dibungkus oleh misteri dan ranah metafisika yang tak pernah terpikirkan oleh pembaca sekaligus meemperkaya khazanah novel terjemahan di Indonesi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar