Cerita tentang tuhannya Tetanggaku
Coba terka apa fenomena sekarang ini.
Bukan suatu keanehan bila sayap burung masih bisa terbang.
Karena keganjilan hidup yang terus dan selalu ada.
Terutama ketika tetanggaku......
mempunyai tuhan baru.
tuhan yang selalu menggoda tiap lima tahunan.
tuhan yang selalu menjanjikan dengan surganya sendiri.
Namun tetanggaku itu begitu terkesima dengannya,
meskipun tuhannya meyuruh hal-hal yang tidak jujur
walaupun tuhannya memerintah untuk berlaku curang
Tetanggaku menjual sawahnya
menjual satu sepeda motor dan mobil bututnya,
tak berapa, cuma tiga puluh juta totalnya.
Kata orang-orang, tuhan yang itu mahal harganya.
Tiga puluh juta? Dapat apa?
Sebelum hari H,
tetanggaku berkoar-koar.
akan memberikan asa yang lumayan manis,
sebuah perubahan katanya,
sandang murah, janjinya,
pangan terjangaku ucapnya.
Para pendukung tetanggaku gembira,
mereka pawai,
dikomando,
lalu diberi kaos murahan dan uang bensin lima ribu,
Tapi itu bukan seberapa.
Kaetika fajar di H telah tiba..
Entah serangan fajar, atau tembakan subuh entah apa namanya.
Tetanggaku menyuruh tim suksesnya.
Membagi-bagi amplop berisi 20 ribu kepada aku dan tetanggaku lainnya.
Tim sukses bilang “jangan lupa contreng ini!”
Tetanggaku sering senyum-senyum sendiri, kadang tertawa terbahak-bahak.
Kadang bicara sendiri, tiba-tiba menari-nari dan kadang telanjang bulat jalan
Sekarang tetanggaku ada di surga tuhannya sendiri.
Benih Kesombongan di Waktu Subuh
Menjelang subuh.
Tepatnya jam 3.
Persisnya di sebuah pojok surau.
Di atas sajadah yang usang.
Ku ingin menangis.
Mencoba menangis.
Dan kupaksakan menangis.
Tapi tak bisa menangis.
Tepat subuh.
Tepatnya jam 4 lebih sedikit.
Persisnya di samping imam surau.
Ku komat-kamitkan mulut ini.
Lalu meminta ampunan-Mu
Di perjalanan pulang.
Semua sepi, masih tidur
Surau tadi juga sedikit.
Hanya aku dan sang imam serta para cicak.
Ternyata di dusun ini mungkin aku dan imam tadi yang paling takwa.
Paling taat beribadah dan memohon ampun.
Batinku terus berbangga-bangga
Menonjolkan diri ini.
Aku dengan Keadilan Tuhan
Aku termenung di halaman itu.
Halaman yang berukuran dua meter saja.
Anak kecil merengek minta ditetekin,
tanpa ibu karena beliau baru dicium oleh bus kota yang ugal-ugalan sebulan lalu.
Ayahnya tak sanggup membelikan susu kental manis.
mana cukup uang seorang penarik becak.
Anak kecil itu tanpa masa depan.
Karena banyak cacat yang mengghinggapinya
Di pinggir rumah penarik becak itu,
Ada anak kecil yang sehat.
Badannya kuat.
Kelihatan terawat.
Susu menjadi barang biasa.
Ibunya seorang wanita karier.
Dan Ayahnya seorang pengusaha sukses.
Aku termenung.
Mengapa Tuhan yang rahim menciptakan ketidakadilan?
Tidak.
Tuhan tidak menciptakan ketidakadilan
Tuhan itu adil
Bahkan maha yang super adil
Penarik becak akan terus berdoadan terus mengingat-Nya.
Karena dia selalu meciptakan rasa optimis.
Ini hanya sementara.
Pengusaha sukses dan wanita karier akan terus berbagi dengan penarik becak.
Karena kaya tidak selamanya kaya.
Ini hanya sementara.
Tuhan.
Akulah yang justru tidak adil kepada-Mu.
Karena ilmuku masih teramat dangkal untuk memahami-Mu.
Ketakwaan Pelacur dan kawan-kawannya
Jangan dikira pelacur-pelacur itu tak tahu dosa.
Jangan disangka pejabat-pejabat itu tak tahu hukum.
Jangan dikira para penjudi itu tak pernah berdoa.
Karena sebilah pisau tentu bermata dua.
Bukankah mereka juga abdi Tuhan,
yang kebetulan lagi memilih jalan yang kurang baik.
Pelacur sering dianaktirikan.
Tak bermoral tentu saja.
Jauh dari Tuhan,
tak pernah sembahyang.
Pejabat selalu serakah meskipun hanya sebagian jumlahnya.
Merampas hak rakyat.
Lewat penggusuran yang tanpa kemanusiaan.
Dengan dalih penertiban.
Atau hilir mudik masuk meja hijau lalu berujung di Nusakambangan.
Karena diduga kemudian dipidana gara-gara duit.
Dan para penjudi,
semuanya dibuat judi.
Habis uang,
barang-barang menjadi jaminan.
Termasuk istri?
Mereka tak bermoral.
Jauh dari Tuhan
Tak pernah baca al-Qur’an.
Jangan begitu anggapanmu saudaraku!
Pelacur juga bisa shalihah,
melalui jalan yang telah disediakan oleh Tuhan!
Tuhan telah mempersiapkan jalan taubat setiap harinya.
Terkadang taubatnya pelacur lebih sungguh-sungguh.
Bukan tetes air mata buaya.
Pejabat juga bisa shalih
Dengan membelanjakan sebagian jerih payahnya untuk panti-panti sosial.
Atau memberi kompensasi tanah plus uang pada warga terkena gusuran.
Penjudi?
Dia bahkan lebih bertakwa
Setiap hari terus berdoa.
Meminta lotrenya menang.
Dia begitu akrab dengan Tuhan.
Seribu Jalan untuk Jihad
Jika saudara adalah wartawan,
maka jihadlah dengan ketajaman pena saudara.
Menyampaikan kebenaran dan pantang terima imbalan narasumber.
Jika saudara adalah penegak hukum.
Entah polisi, jaksa atau hakim atau apalah.
Maka jihadlah dengan memberantas mafia peradilan dan makelar kasus.
Jika saudara adalah pedagang, usahawan atau wiraswasta.
Maka jihadlah dengan harta sekadarnya.
Menyantuni fakir-miskin
Menyumbang ini dan itu
Jika saudara adalah sastrawan, penyair atau apalah
Maka jihadlah dengan kata-kata yang inda.h
Dengan rangkaian kata yang menakjubkan.
Jika saudara adalah pelajar, mahasiswa atau santri.
Jihadlah dengan belajar sungguh-sungguh.
Jika anda adalah....
Ah sudah terlalu banyak jalan jihad
Karena jihad bukan sekadar memanggul senjata dan bukan mengobrak-abrik fasilitas orang banyak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar