Kamis, 03 Februari 2011

Bocah Pengamen Mengguncang Dunia

Judul Buku ; Inspiring True Story Justin Bieber Never Say Never

Penulis : Chas Newkey-Burden

Penerjemah : Melody Violine

Penerbit : Ufuk Press, Jakarta

Cetakan : Pertama, November 2010

Tebal : 367 halaman




Dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Stratford yang sering dijuluki sebagai London-nya Kanada, akan muncul seorang remaja belasan tahun yang akan siap menggebrak dunia. Dia tak lain adalah Justin Drew Bieber. 1 Maret mendatang, dia akan genap berusia 17 tahun. Di usai belia tersebut, sebuah pencapaian yang tinggi berupa ketenaran yang jauh melebihi perkiraan semua orang termasuk keluarganya akan menjadi pujaan remaja seantero dunia telah ia dapatkan.
Justin dilahirkan dari keluarga yang tidak terlalu kaya. Pada awal-awal kelahirannya, ibunya, Pattie sudah harus menjadi single parents untuk Justin karena bercerai. Kebutuhan finansial tentu menjadi ancaman serius bagi keduanya.
Bakat hebat Justin dalam tarik suara sudah terlihat sejak kecil. Apalagi hal ini didukung oleh keluarga Justin yang hidup dalam nuansa musik. Ibunya adalah seorang penyanyi pada bagian pelayanan gereja. Ayah Justin juga merupakan pemain gitar sekaligus penyanyi serta neneknya merupakan seorang pianis andal.
Tak cuma suaranya yang merdu. Di usia belia, Justin sudah akrab dengan berbagai peralatan musik seperi drum dan gitar. Pada usia empat tahun, dia telah akrab dengan drum pribadinya yang merupakan hibah dari para jemaat gereja sebagai bentuk kekaguman akan bakat seorang Justin. .
Selain bernyanyi, Justin juga gemar dengan olahraga. Hoki dan sepak bola merupakan kesukaan Justin kecil. Ia bahkan sempat bergabung dengan tim hoki di sekolahnya. Hebatnya, dalam kedua olahrga tersebut ia juga menjadi pemain andalan bagi kawan-kawannya.
Perjalanan Justin bermusik diawali dengan narasi yang cukup menyentuh ketika dia prihatin akan perjungan ibunya yang bekerja keras demi terpenuhinya kebutuhan mereka berdua. Dalam pikiran Justin, tak ada pikiran untuk bermanja-manja. Justin justru bertekad untuk ikut memperingan beban ibunya tersebut. Terasa sulit memang usia sebelia tersebut harus berpikiran untuk mendapatkan beberapa dolar.
Bocah Pengamen
Diikatkan gitar pemberian ibunya dulu yang terlalu besar untuk ukuran tubuh Justin pada bahunya kemudian dengan tekad baja menuju jalanan kota Stratford dan mulai mengamen. Rupanya selalu ada hasil yang dia dapatkan dari usahanya tersebut. Orang-orang yang lalu-lalang di jalanan kota tersebut begitu terkesima dengan suara bocah tiga belas tahun itu.
Kesempatan menuju kesuksesan itu telah datang. Sebuah kompetisi menyanyi di kota Stratford digelar. Berbekal kepercayaan diri yang besar, Justin memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. Di panggung kompetisi itu, ia benar-benar tampil lepas. Justin bergerak lincah dan berhasil menggiring penonton untuk bernyanyi bersama.
Namun, teramat sayang, penampilan memukaunya harus diganjar dengan menduduki peringkat ketiga. Meskipun kecewa, tapi, dia sangat dewasa ketika menyodorkan tangannya untuk bersalaman dan mengucap selamat kepada pemenang kompetisi tersebut.
Kekalahan Justin pada kompetisi itu akan segera berganti dengan ketenaran ketika ibunya mengunggah video Justin bernyanyi pada kompetisi tersebut pada saluran Youtube. Video yang pada awalnya hanya sebatas untuk sekadar berbagi kepada keluarga serta teman dekat Justin perlahan-lahan terus mendapat kunjungan yang intens dan semakin meningkat.
Ia begitu terkejut ketika angka kunjungannya melesat lebih dari 500 kunjungan. Padahal keluarganya tak sampai 100 orang dan angka tersebut terus bergerak melesat semakin besar.
Ketenarannya terus perlahan tumbuh, Beberapa pengunjung bahkan meminta Justin untuk menyanyikan lagu lainnya sesuai permintaan penggemarnya tersebut. Dan Justin tak ragu melakukan hal tersebut. Video-video bernyanyinya yang lain terus diunggah dan semakin menjerat histeria para penggemarnya.
Tampaknya takdir telah menetapkan bahwa Justin popular lewat jalur internet. Ini mengingatkan kita semua tentang beberapa penyanyi yang juga populer lewat dunia maya seperti penyanyi pop Lily Allen, Svannah Outen, serta Mia Rose. Dan untuk kali ini Justin telah terbukti menjadi contoh yang bersinar tentang bagaimana musisi bisa dipromosikan melalui internet
Suatu hari, Scoot Braun, Direktur SB Projects yang bergerak pada industri film, televisi dan musik di Amerika Serikat tak sengaja menemukan video-video musik Justin di Youtube. Braun langsung terkesima dan cepat-cepat menawarkan kerjasama kepada Justin.
Braun seperti halnya dengan penggemar Justin lainnya teramat terpesona dengan anak belasan tahun ini. Tak menyia-nyiakannya, Braun kemudian menghubungi Justin serta ibunya untuk meyakinkan keduanya bahwa dia siap membawa Justin menjadi bintang terkenal.
Kini, Justin ditangani oleh orang yang profesional yang siap untuk merekam suara emas Justin. Ini kali pertama Justin melakukan rekaman seperti ini di mana di situ ada penyanyi Usher yang menjadi patner kerja sekaligus menjadi mentor musik bagi Justin.
Lagu pertama adalah ‘One Time’ dari albumnya ‘My World’ langsung menyentak dan menggebrak dunia musik Amerika. Single tersebut mulai menjadi hit di kawasan Amerika. Hebatnya, di negaranya sendiri, Kanada, Justin menempatkan dirinya sebagai penerima anugrah platinum atas lagunya tersebut.
Kesuksesan pada album pertamanya ‘My World’ membuat kepercayaan diri Justin meningkat. Kenyataan yang mendorong nya untuk meluncurkan albumnya yang kedua. Tema- tema percintaan tetap menjadi suguhan utamanya yang menyesuaikan dengan mayoritas penggemar Justin dari kalangan usia remaja.
Di puncak kariernya seperti sekarang ini, tidak membuat Justin berubah dari asalnya. Sikap rendah hati dan selalu mengungkapkan rasa terima kasih selalu ia lakukan kepada para. orang-orang yang selama ini menjadi aktor di balik layar yang ia sajikan kepada para media dan penggemarnya. Itulah yang selalu ia lakukan di setiap acara musiknya atau pada kicauan di Twitter-nya. Kerendahhatian dan tidak jumawa inilah yang semakin memunculkan karisma dari seorang Justin muda.
Nah, sebelum Justin benar-benar mengguncang lewat konsernya di Jakarta, April nanti, buku ini menjadi pegangan wajib untuk setidaknya mengenal lebih mendalam dari sisi pribadi, perjuangan, sampai kesuksesan yang Justin telah capai untuk para penggemar setianya. Selamat membaca!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar