Kasus video porno mirip artis Ariel , Luna Maya, dan Cut Tari telah menyedot perhatian publik secara luas bahkan sampai pada ranah mancanegara. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat semua orang yang melek teknologi teramat mudah mendapatkan video porno tersebut.
Terlepas siapa yang menyebarkannya, dari kasus tersebut, perlu kiranya ditarik benang merah antara pengguna teknologi dengan teknologinya sendiri. Mengapa demikian? Ada korelasi yang jelas bahwa tekonogi selalu bersifat netral. Artinya teknologi dapat digunakan tergantung penggunaya.
Karena saking netralnya teknologi, maka bila dipegang oleh individu atau kelompok yang tidak bertanggungjawab, maka akan membawa petaka baik pada diri sendirinya dan orang lain. Sebaliknya, bila teknologi dipegang oleh orang yang berkompeten dan terutama yang mempunyai rasa tanggung jawab, maka teknologi sangat membantu aktivitas manusia sehari-hari.
Oleh karena itu, penggunaaan tekonolgi harus dikelola dan dan dipegang oleh orang yang mempunyai kepekaan nurani dan kemanusiaan yang tinggi. Ini penting, dikarenakan terlalu banyak alat teknologi yang hakikatnya digunakan untuk kesejahteraan manusia namun pada akhirnya justru banyak yang membawa malapetaka.
Merajalelanya penggunaan internet, apalagi dengan berbagai macam situs-situs yang mendatangkan kemanfaatan bagi pengetahuan. Hal itu sangatlah patau untuk diapresisasi. Karena internet membuka mata kita terhadap dunia luar dan sebagai bentuk pengembangan dan aktualisasi diri agar tidak menjadi katak dalam tempurung.
Disamping pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi siapa saja. Internet juga menyimpan sesuatu yang mengerikan semacam monster yang berwujud hal-hal yang tidak patut . Pornografi, rasisme, dan berita bohong (hoax) merupakan bentuk dari monster-monster tersebut.
Oleh karena itu guna membendung monster-monster tersebut, perlu kiranya ada kerja sama antara masyarakat dan pemerintah terutama membendung monster pornogarfi di dunia maya. Pemblokiran situs-situs yang tidak pantas diumbar pada ranah publik dan aturan yang mengikat tentang pelanggaran tersebut (sanksi pidana) merupakan wujud nyata dari pihak pemerintah.
Kemudian dari masyarakat sendiri adalah ketika adanya kesadaran dari tiap-tiap individu untuk mendukung sikap pemerintah di atas. Tentunya sesuai kadar dan kemampuan masing-masing.
Terutama orangtua harus secara ketat mengawasi anak-anaknya agar jangan sampai mengakses situs-situs yang tidak terpuji. Atau para penyedia warung internet secara serius membenahi masalah tersebut dengan meniadakan bilik-bilik warnet atau dengan cara lainnya.
Perkembangan teknologi yang semakin luar bisa yang kerap kali diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertangggungjawab harus diimbangi oleh sikap mawas diri yang semuanya berpulang pada etika dan moral penggunanya.
Ketika masih ada norma baik norma agama, hukum, dan sosial tentu masih ada harapan bahwa perkembangan teknologi yang bertujuan untuk memanusiakan manusia akan bisa tercapai meskipun hal itu tidak mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar